Asas-Asas Dalam Jaminan

1. Asas teritorial

Menentukan barang jaminan yang ada di Indonesia hanya dapat jaminan utang sejauh perjanjian utang maupun pengikatan hipotik tersebut dibuat di Indonesia.

2. Asas aksesoir

Suatu perjanjian ada apabila terdapat perjanjian pokoknya (Pasal 1821 BW).

3. Asas hak preferensi

Pihak kreditur kepada siapa debitur telah menjamin utangnya pada umumnya mempunyai hak atas jaminan kredit tersebut untuk pelunasan utangnya yang mesti didahulukan dari kreditur lainnya.

4. Asas non distribusi

Suatu hak jaminan tidak dapat dipecah-pecah kepada beberapa orang kreditur.

5. Asas publisitas

Suatu jaminan utang harus dipublikasikan sehingga diketahui umum.

6. Asas eksitensi benda

Suatu hipotik atau hak tanggungan hanya dapt diletakkan pada benda yang benar-benar ada.

7. Asas eksitensi perjanjian pokok

Benda jaminan dapat diikat setelah ada perjanjian pokoknya.

8. Asas larangan janji penggunaaan benda jaminan untuk dimiliki sendiri

Kreditur dilarang untuk memiliki benda jaminan untuk dimiliki sendiri.

9. Asas formalism

Terdapat tata cara yang diharuskan oleh undang-undang untuk melakukan suatu perjanjian yaitu keharusan pembuatan akta, keharusan pencatatan, pelaksanaan di depan pejabat tertentu, dan penggunaan kata-kata tertentu.

1o. Asas mengikuti benda

Hak jaminan adalah hak kebendaan sehingga hak jaminan akan selalu pada benda tersebut walaupun benda tersebut telah berpindah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: